Dari hasil pengamatan dan penelitian diketahui bahwa ternyata
tumbuhan ini ada yang mempunyai spora berumah satu dan berukuran sama
besar yang dinamakan paku
homospora/isospora. Contoh jenis paku ini adalah suplir (
Adiantum cuneatum).

Amati tumbuhan paku suplir! Batangnya menjalar di dalam tanah yang
berupa rizoma, kemudian tumbuhan daun muda yang menggulung seperti
spiral. Pada permukaan bawah daun fertil (sporofil) terdapat
bintik-bintik coklat yang sering disebut sorus. Sorus ini merupakan
kumpulan sporangium, di dalam tiap sporangium terdapat sel induk spora
yang akan membelah secara mitosis yang akan menghasilkan sejumlah spora
yang bentuk dan ukurannya sama. Bila spora jatuh di tempat yang sesuai
akan tumbuh menjadi protalium. Pada permukaan bawah gametofit dewasa
akan terbentuk anteridium yang menghasilkan spermatozoid dan arkegonium.
Jika terjadi fertilisasi terbentuk zigot. Zigot berkembang menjadi
tumbuhan suplir baru (sporofit).
2) Tumbuhan Paku Heterospora.
Ada pula tumbuhan paku yang mempunyai protalium tidak sama besar dan
berumah dua, pemisahan jenis kelamin ini terjadi pada pembentukan spora
dan ukurannya pun berbeda, sehingga tumbuhan paku ini disebut dengan
paku
heterospora. Spora yang berukuran besar mengandung banyak makanan cadangan dinamakan
makrospora/megaspora. Adapun spora yang kecil dinamakan
mikrospora, dihasilkan dari mikrosporangium. Contohnya paku semanggi (
Marsilea), paku rane (
Selaginella).

Perlu Anda ketahui mikrospora akan tumbuh menjadi mikroprotalium,
sedangkan makrospora akan tumbuh menjadi makroprotalium. Selanjutnya,
mikroprotalium membentuk mikroogametofit yang akan menghasilkan
anteridium dan akan menghasilkan sperma. Sebaliknya makroprotalium
membentuk makrogametofit yang akan menghasilkan arkegonium dan akan
menghasilkan ovum. Jika terjadi fertilisasi antara sperma dan ovum, maka
akan menghasilkan tumbuhan paku. Dan tumbuhan paku ini akan berkembang
menghasilkan spora, demikian seterusnya.
3) Tumbuhan Paku Peralihan.
Selain paku homospora dan heterospora, ada pula jenis paku yang
sporangiumnya menghasilkan spora sama besar, tetapi berbeda jenis
kelaminnya, sehingga disebut dengan tumbuhan paku peralihan. Tumbuhan
paku ini dianggap sebagai bentuk peralihan antara paku homospora dan
heterospora, misalnya paku tapal kuda (
Equisetum debile).

Apabila spora jatuh ke tanah sebagian akan tumbuh menjadi protalium
jantan dan sebagian tumbuh menjadi protalium betina. Dari ketiga jenis
paku ini coba Anda pelajari mengenai daur hidupnya dan perbedaannya!
Berdasarkan daur hidup tersebut, fase manakah yang berumur panjang?
Gambar 7.24 Skema daur hidup tumbuhan paku homospora
Gambar 7.25 Skema daur hidup tumbuhan paku heterospora
Gambar 7.26 Skema daur hidup tumbuhan paku peralihan
Berdasarkan sifat sporanya, jenis tumbuhan paku dapat dibedakan
seperti yang telah Anda pelajari di depan. Akan tetapi pembagian ini
tidak mencerminkan jauh dekatnya hubungan kekerabatannya. Dalam
taksonomi, termasuk tumbuhan paku yang sudah punah dimasukkan dalam
pembagian dalam beberapa divisio, yaitu sebagai berikut.
1) Psilophyta (Paku Telanjang).
Jenis paku ini sebagian besar telah punah, tumbuhan ini belum berdaun
dan berakar, batang telah mempunyai berkas pengangkut, bercabangcabang
menggarpu dengan sporangium pada ujung cabang-cabangnya. Sporofil
menghasilkan satu jenis spora (homospora). Untuk memperoleh makanan
gametofit paku ini bersimbiosis dengan jamur, karena tidak mempunyai
klorofil. Berdasarkan ciri-ciri tersebut, maka tumbuhan paku dinamakan
paku telanjang, misalnya
Rhynia major dan
Psilotum.
2) Lycopodiophyta (Paku Kawat/Paku Rambut).
Tumbuhan paku ini mempunyai ciri-ciri bentuk daun kecil-kecil, tidak
bertangkai, batang seperti kawat dan akarnya bercabang-cabang, selalu
bertulang satu. Pada beberapa jenis, daunnya mempunyai lidah-lidah (
ligula),
daunnya yang amat banyak tersusun rapat menurut garis spiral.
Sporangium terdapat pada ketiak daun dan berkumpul membentuk seperti
kerucut yang disebut
strobilus, misalnya
Lycopodium clavatum, Selaginela sp
. Jika Anda menemukan paku kawat amatilah sesuai dengan ciri-ciri yang sudah Anda ketahui!
Gambar 7.27 Selaginela sp.
3) Equisetophyta (Paku Ekor Kuda).
Tumbuhan ini sampai sekarang masih hidup, umumnya berupa herba yang
menyukai tempat-tempat lembap, biasanya hidup di dataran tinggi. Paku
ekor kuda mempunyai daun-daun kecil seperti selaput dan tersusun seperti
karang, daunnya terdapat di setiap buku, melingkar, dan berbentuk
sisik. Adapun batangnya mirip dengan daun cemara, berongga,
berbuku-buku, dan tumbuh tegak. Sporofil selalu berbeda dengan daun
biasa, sporofil ini berbentuk perisai dengan sejumlah sporangium pada
sisi bawahnya. Semua sporofil tersusun dan merupakan suatu badan
berbentuk gada/kerucut pada ujung batang/cabang. Protaliumnya berwarna
hijau dan berkembang di luar spora. Agar lebih jelas, carilah paku ekor
kuda. Setelah Anda dapatkan, amati sporofil, protalium, ciri-ciri daun
dan batangnya! Bandingkan dengan Gambar 7.28 ini!
Gambar 7.28 Equisetum sp.
4) Pterophyta (Paku Sejati).
Pernahkah Anda melihat suplir (
Adiantum cuneatum), paku tiang (
Alsophila galuca), ekor merak (
Adiantum farleyense), paku tanduk rusa (
Platycerium bifurcatum)? Tumbuhan ini sering digunakan untuk tanaman hias, dapat juga dimanfaatkan untuk sayur, misalnya semanggi (
Marsilea crenata), bahkan ada yang digunakan untuk bahan obat-obatan, misalnya
Dryyopteris filix-mas.

Bagaimana ciri-ciri tumbuhan ini? Dalam bahasa sehari-hari, paku
sejati dikenal sebagai tumbuhan paku/pakis yang sebenarnya atau paku
sejati, mempunyai daun-daun besar (
makrofil), bertangkai,
mempunyai banyak tulang, pada waktu masih muda daun itu tergulung pada
ujungnya, dan pada sisi bawah mempunyai banyak sporangium. Paku ini
banyak tumbuh di tempat-tempat yang teduh/lembap, sehingga di tempat
yang terbuka dapat mengalami kerusakan akibat penyinaran matahari.
Peranan Tumbuhan Paku bagi Kehidupan.
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak kita lihat tumbuhan paku
digunakan sebagai tanaman hias di rumah-rumah. Ada yang ditanam di dalam
pot, dan ada yang ditempelkan di pohon, misalnya suplir (
Adiantum cuneatum), dan paku tiang (
Alsophila galuca) dapat pula digunakan untuk tiang bangunan, ekor merak (
Adiantum farleyense), paku tanduk rusa (
Platycerium bifurcatum), dan sarang burung (
Asplenium nidus). Ada pula yang dimanfaatkan untuk sayuran, misalnya semanggi (
Marsilea crenata), untuk obat-obatan, misalnya
Dryyopteris filix-mas, Lycopodium clavatum, bahkan ada yang digunakan untuk pupuk hijau, yaitu
Azolla pinnata yang bersimbiosis dengan
Anabaena azollae, yang dapat mengikat nitrogen bebas dari udara
. Ada
yang memanfaatkan untuk alat penggosok dan pembersih, yaitu pada
epidermis paku ekor kuda karena berstruktur kasar dan mengandung silikon
dioksida. Bahkan pada zaman dahulu fosil tumbuhan paku ini membentuk
batu bara yang dapat digunakan untuk bahan bakar.
Manfaat Tumbuhan Paku
Dalam kehidupan sehari-hari, tumbuhan paku juga berperan dalam kehidupan, antara lain:
a. Sebagai tanaman hias, misalnya Adiantum cuneatum (suplir),
Asplenium nidus (paku sarang burung) dan Platycerium biforme (paku
simbar menjangan).
b. Sebagai tanaman obat, misalnya rimpang dari Aspidium filixmas (Dryopteris) yang mampu mengobati cacingan.
c. Sebagai bingkai dalam karangan bunga.
d. Sebagai pupuk hijau.
e. Sebagai sayuran, contohnya adalah Marsilea crenata (semanggi).
Pada umumnya tumbuhan paku lebih sering dijadikan sebagai tanaman
hias, sayuran, pupuk hijau bahkan sebagai toga (tanaman obat keluarga).
Untuk penejelasan lebih detailnya mari kita simak :
1. Sebagai tanaman hias
Dari berbagai macam jenis tumbuhan paku yang dapat dimanfaatkan
sebagai tanaman hias seperti selaginela, platycerium, adiantum dan
asplenium.
2. Sebagai pupuk hijau
Pupuk hijau sering digunakan oleh pecinta tanaman sebagai pupuk
tanaman dan juga dapat digunakan sebagai olahan dalam proses pemupukan
tanaman lainnya. Salah satu jenis yang dapat digunakan adalah Azolla
Finnata yang di simbiosiskan dengan Anabaena Axolla
3. Bahan pembuat obat
Manfaat tumbuhan paku juga bisa dijadikan bahan pembuat obat.
Tumbuhan paku menjadi bahan dasar campuran dari berbagai macam racikan
obat-obatan, seperti Lycopodium Clavatum dan juga Aspidium Filixmas.
4. Sebagai sayuran
Tumbuhan paku yang dapat dimanfaatkan sebagai sayuran adalah jenis
daun semanggi atau Marsilia Crenata dan daun pakis atau Preridium
Aquilinum.
5. Sebagai pelindung tanaman
Gleichenia linearis adalah jenis tumbuhan paku yang bisa difungsikan sebagai pelindung tanaman lain.
6. Sebagai bahan pembersih dan penggosok
Salah satu contoh tumbuhan paku ekor kuda dengan kandungan silikondioksida berfungsi sebagai bahan penggosok serta pembersih.
7. Bahan tambang bangunan
Adalah tumbuhan paku yang sudah terkubur cukup lama dan bisa juga
sisa-sisa tumbuhan paku ekor kuda. Semua itu akan berubah menjadi bahan
tambang seperti batu bara yang dapat dugunakan sebagai bahan bakar.
8. Manfaat tumbuhan paku yang terakhir ini dapat digunakan
sebagai hiasan dekorasi, karangan bunga, pengepak sayuran dan
buah-buahan bahkan sebagai bahan pengisi bahan kasur
Jadi, semua itu merupakan manfaat tumbuhan paku yang dapat kita
fungsikan untuk kehidupan sehari-hari. Jika anda berminat untuk
mengembangbiakkan tumbuhan ini, anda bisa mengikuti cara-cara ini :
- Dengan cara seksual yaitu spora, artinya tumbuhan paku akan
mereproduksi generasi baru lewat spora. Seperti jenis Lycopodium
Clavatum dan juga Aspidium Filixmas.
- Dengan cara aseksual adalah dengan maksud memisahkan rumpunnya atau menggunakan tunas batang yang berada dalam tanah